Tani Nelayan Indonesia
TESTIMONI

R A Kartini

Panutan

Keajaiban dalam hidup adalah terlahir dari rahim Sang Ibu Seorang Wanita yang telah memberi kami cinta dan pengorbanan untukmu Ibu Terima Kasih Ibu

Soekarno

Panutan

Cangkul adalah Senjataku ,ini cangkulku, mana cangkulmu. Mari kita gali sejarah dan belajar padanya.

Pangeran DIponegoro

Panutan

Petani merupakan pekerjaan yang mulia sepanjang masa

Salamun Kholik

CEO PT.TNI

Tani Nelayan Indonesia Tonggak Masa Depan Bangsa, Mari Maju Bersama Tani Nelayan indonesia

Kalender Acara

17 December 2014

PT Tani Nelayan Indonesia dengan INKOPKA (Induk Koperasi Kereta Api)

Kerjasama Kemitraan PT Tani Nelayan Indonesia dengan INKOPKA (Induk Koperasi Kereta Api) untuk Limbah PT Kereta Api Indonesia

14 December 2014

Peninjauan Lahan Pembibitan Kemiri Sunan Untuk Penanaman 1 Juta Hektar

Peninjauan Lahan Pembibitan Kemiri Sunan Untuk Penanaman 1 Juta Hektar dan Lahan Penanaman Kemiri Sunan seluas sekitar 100 HA

11 May 2014

Pertemuan Program "Sejuta Tabunganku Ibu Nusantara"

Acara Pertemuan Koordinator Kecamatan Se-Jawa Barat dalam rangka Program "Sejuta Tabunganku Ibu Nusantara"

30 November 2014

Sosialisasi Program Tabunganku

Sosialisasi Program Tabunganku beserta Korlap dan Anggota Tani Nelayan Indonesia.

21 April 2014

Acara HUT PT.Tani Nelayan Indonesia

"Acara HUT PT.TNI yang dihadiri oleh Ratusan Koordinator Lapangan Cabang Jawa Barat

Berita

Musim Hujan, Petani Waspada Keramba

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (Distanlutkan) Kota Mataram Lalu Alwan Basri untuk mengantisipasi timbulnya kerugian. ‘’Kita ambil pengalaman tiga tahun lalu, para petani banyak mengalami kerugian akibat terjangan air bah yang melewati sungai,’’ ungkapnya.

Pengamanan bisa dilakukan dengan mematok kerambanya dengan besi di pinggir kali. ‘’Kalau mau tetap berbudidaya di musim penghujan ini, silakan diperkuat kerambanya. Mungkin dengan memasang patok besi di pinggir kali. Tapi jika mau diamankan, diharapkan kerambanya untuk diangkat,’’ jelasnya. Setelah air sungai tidak terlalu besar, lanjutnya, para petani keramba ini bisa kembali berbudidaya. ‘’Sekitar bulan Februari hingga Maret, kerambanya sudah bisa diturunkan lagi,’’ sambungnya.

Sementara itu, Lurah Bertais Lalu Mukhsan mengatakan, di wilayahnya, para petani keramba berada di lingkungan Bertais Daya. ‘’Para petani di lingkungan Bertais Daye itu pernah mendapat bantuan keramba sebanyak 10 unit dari dinas. Itu pada tahun 2010,’’ jelasnya. Lebih jauh Alwan menyampaikan, di Kota Mataram terdapat sekitar 100 pembudidaya ikan keramba. Mereka terpencar di beberapa lokasi. Masing-masing pembudidaya menebar 75 hingga 100 kilogram benih ikan. Ikan yang disebar khusus ikan nila. ‘’Untuk ukuran keramba 3 x 1,5 meter, bisa panen ikan sebanyak 200 hingga 300 kilogram,’’ lanjutnya